Tampilkan postingan dengan label Cristiano Ronaldo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cristiano Ronaldo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juli 2014

Selamat Datang Suarez! Welcome Suarez! Bienvenido Suarez!

Gerakan Ibu jari yang menyentuh layar HP samsung kepunyaan saya ini mendadak terhenti ketika melihat kicauan dari akun twitter milik tim sepakbola kenamaan asal Inggris, Liverpool. Seperti di bawah ini lah kira - kira bunyi kicauan tersebut.
Ya, Luis Suarez yang merupakan topskor liga inggris musim lalu pindah ke klub asal Spanyol, Barcelona. Kepindahan Suarez terjadi beberapa saat setelah Arsenal mengumumkan pemain barunya, striker dari Chile, Alexis Sanchez.

Apa kaitannya? tentu ada. Sanchez merupakan penyerang FC Barcelona yang dibeli dari Udinese pada 2011 silam. Dengan begitu, Barcelona tentu mendapat cukup suntikan dana agar dapat memboyong pemain yang baru saja mendapat hukuman dari FIFA karena aksinya menggigit Giorgio Chiellini di Piala  Dunia.

Entah perasaan apa yang harus saya rasakan melihat kabar ini sebagai fans sepakbola dan fans Real Madrid. Tiga perasaan larut menjadi satu. Senang, sedih, dan juga takut. Senang karena ada orang baru di liga Spanyol yang tentunya akan membuat liga yang sering dianggap nomer 2 ini menjadi sedikit lebih menarik.

Sedih. Karena harus melihat liverpudlian kembali kehilangan penyerang andalannya. Di musim terakhirnya, el Pistolero  bersama duet anyarnya yang dikenal dengan SAS (Suarez-Sturridge) berhasil membawa Liverpool menjadi runner-up liga Inggris. 

Suarez juga meraih pencetak gol terbanyak di English Premier League (EPL) dengan 31 gol dari 33 pertandingan. Raihan gol tersebut membuatnya bersama Cristiano terpilih sebagai peraih sepatu emas eropa.

Lalu takut. Ya, memang salah satu hal yang membuat saya takut adalah ketika nanti Suarez dengan timnya bertemu dengan Real Madrid. Bukan karena takut Suarez menggigit salah satu pemain idola saya, tapi saya takut pemain asal Uruguay itu justru membuat Los Galacticos harus gigit jari. Akan tetapi, ada hal yang lebih membuat saya takut. 

Saya takut peristiwa yang dialami striker legendaris Inggris, Michael Owen dan penyerang Spanyol, Fernando Torres terulang kembali. 

Keduanya memiliki kesamaan yakni telah digadang - gadang akan menjadi striker sekaligus terbaik di dunia melihat permainan cemerlangnya bersama Liverpool. Michael Owen bahkan telah meraih gelar Balon D'Or 2001 mengalahkan pemain kawakan seperti Raul Gonzales dan Oliver Kahn. Nyaris sama dengan pendahulunya, Torres hanya masuk 3 besar peraih Ballon D'Or pada 2008. Torres hanya kalah dari Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Namun, karir mereka seakan meredup setelah mereka berdua pindah ke klub barunya. Owen harus berjibaku denga cidera yang kerap kali menghantuinya hingga Ia sulit menemukan performa terbaiknya dan pada akhirnya dijual ke Newcastle United. 

Torres? Penikmat sepakbola pasti tau kini pemain kebangsaan Spanyol itu menjadi bahan olok - olok dan lebih dikenal dengan pemain yang punya tingkat akurasi tendangan yang buruk.

Saya takut jika Ayah dari Delfina ini menjadi redup karirnya setelah pindah dari Liverpool seperti para pendahulunya. Terlebih, ada sosok Lionel Messi di klub teranyarnya. Zlatan Ibrahimovic, David Villa, serta Alexis Sanchez telah merasakan bagaimana pedihnya harus mengalah kepada pemain kelahiran Rosario, Argentina itu.

Bahkan Zlatan sampai menulis dalam buku autobiografinya yang berjudul 'I am Zlatan Ibrahimovic' mengenai perselisihannya dengan sang pelatih yang kini melatih FC Bayern Munich, Joseph Guardiola. Dalam bukunya, Zlatan mengungkapkan jika ia kecewa karena Pep lebih memilih memainkan Messi di posisi penyerang tengah ketimbang dirinya.

Akankah Suarez bernasib sama dengan Owen, Torres, Zlatan, Villa serta Sanchez? atau justru bersama Messi dkk. Ia kan jadi momok menakutkan bagi klub Spanyol dan Dunia? kita tunggu aksinya.

Selamat datang Suarez! Welcome Suarez! Bienvenido Suarez!
Semoga Beruntung! Good Luck! Buena Suerte!

Adios!

Kamis, 29 Mei 2014

Pelepas Dahaga itu Bernama 'La Decima'

La Decima, sebuah kata dari bahasa Spanyol yang berarti 'Ke Sepuluh'. Dalam tulisan ini saya tidak ingin mengajari bahasa Spanyol, atau membahas makna dari kaya 'Ke Sepuluh' itu sendiri. Kali ini sudah tentu saya akan membahas tentang sepak bola dan Real Madrid.

Apa kaitan La Decima  dengan Real Madrid? Pecinta sepak bola tentu mengerti kaitannya. Real Madrid yang telah meraih 9 gelar Liga Champions Eropa telah mendambakan gelar kesepuluhnya. Tentu Madridista seantero dunia juga turut menginginkan gelar yang telah 12 tahun 'menghilang' dari pelukan publik Santiago Bernabeu.

Berbagai usaha dilakukan oleh Los Galacticos yang salah satunya adalah mendatangkan pemain yang dinilai mampu mendorong tim untuk kembali meraih kejayaan di benua biru. Mulai dari Ronaldo botak dari Brazil hingga Ronaldo yang menghabiskan banyak uang untuk menata rambutnya, lalu suami dari personel Spice Girl, David Beckam, membeli anak muda sekaliber Raphael Varane, bahkan melakukan peminjaman pemain yang akhirnya lebih dikenal dengan 'pemain pinjaman yang tertidur di bench' yaitu Jullien Faubert.

Total sudah ada sekitar 62 pemain yang lalu-lalang berlatih di Valdebebas ( Lapangan latihan Real Madrid) demi melepas dahaga menjadi yang terbaik di tanah Eropa. Namun, gelar tersebut baru hadir kembali pada Sabtu, (24/05/2014) waktu Indonesia.

Perjalanan anak asuh Carlo Ancelotti terbilang tidak mudah, pasalnya mereka harus menghadapi 3 tim Jerman yang salah satunya merupakan juara bertahan dan yang satu lagi adalah tim yang membantai mereka di musim sebelumnya.

Pada akhirnya Los Galacticos jilid kedua ini tetap mampu meraih tiket ke Lisbon, tempat dimana final dilaksanakan. Lawannya pun tidak dapat dipandang sebelah mata. Atletico Madrid adalah tim yang baru saja dinobatkan sebagai pemenang liga Spanyol, berdiri kokoh diatas Barcelona dan Madrid.

Atletico sendiri juga mengalami perjalanan yang berat sebelum ke Final. Diego Costa dkk.harus menghadapi AC Milan, Chelsea, dan Barcelona sebelum akhirnya bertemu Los Merengues.

Dari segi performa, Ateltico jelas lebih diunggulkan ketimbang Real yang sedang inkonsiten di Liga. Namun mantan tim dari Zinedine Zidane ini masih mempunyai senjata yang menjadi palang pintu, Iker Casillas. Selama karirnya, Iker tak pernah sekalipun kalah menghadapi rival sekotanya itu. Selain itu, 'Santo Iker' juga yang menjadi pelindung gawang Real pada gelar juara liga Champions terakhir.

Harapan pun tersematkan di masing - masing pundak punggawa Real Madrid beserta staffnya. Tidak hanya publik kota Madrid, melainkan seluruh Madridista di berbagai belahan Dunia.

Namun harapan tersebut mulai hancur ketika pemain Atletico, Diego Godin menyundul bola ke gawang Real. Casillas sepertinya akan menjadi bulan - bulanan fans setelah Ia melakukan kesalahan dengan maju beberapa langkah meninggalkan gawang dan tidak mempercayakan Sami Khedira yang mengawal Godin.

Penghitung waktu telah menunjukan menit ke-90, Cristiano dkk. belum juga mencetak gol. Namun, saat Madridista (mungkin) telah menangis dan bersiap pulang, Sergio Ramos membuat Madridista seantero Dunia dapat bernafas kembali setelah sundulannya di menit 93 berhasil berbuah angka. Babak tambahan pun terpaksa dilaksanankan hingga akhirnya Gareth Bale, Marcelo dan Cristiano berhasil menambah gol dan membawa piala La Decima ke Santiago Bernabeu.

Banyak pihak memprotes waktu ekstra di akhir babak kedua yang terkesan lama karena memakan waktu 5 menit. Namun, sebuah gambar di bawah ini yang bersumber dari twitter menunjukan tepatnya pemilihan waktu 5 menit oleh wasit Bjorn Kuipers.


Alhasil, Madridista berpesta dengan begitu senangnya bagai memenangkan undian bernilai 1 Triliun Poundsterling. Bagaimana tidak? Penantian panjang akan hadirnya La Decima kini telah tersampaikan. Si 'kuping besar' yang baru telah bergabung dengan 9 kuping besar lainnya di lemari piala Real.


Sumber Foto: Google & Twitter